Breaking News

Wednesday, October 26, 2016

HGN, IGI DAN PGRI

Hari Guru Nasional sebentar lagi digelar. Perhelatan akbar ini banyak yang menunggu. Baik untuk dimeriahkan ada pula yang ingin memanfaatkan. Menghadirinya suatu kebanggaan tersendiri dan memberikan rasa kepuasan yang tak dapat dilukiskan. Bagi guru ini adalah moment yang memberi makna dimensi sebagai ajang Silaturahiim Guru Nasional (SGN). Event ini ada juga yang ingin memanfaatkan baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk misi-misi kelompok. Di sini nuansa politik sanHGN, IGI dan PGRIgat terasa. Hal ini memang susah dihindari; karena guru memiliki potensi massa yang sangat besar dan real baik untuk diarahkan pada pemenuhan kebutuhan politik ataupun kebutuhan lain yang dapat menguntungkan salah satu individu atau kelompok. 
HGN memang harus diarahkan pada event untuk dinikmati dan dirasakan oleh semua insan guru yang memiliki nilai sakral yang dapat menjadi kebanggaan bersama oleh semua guru dari berbagai Organisasi Profesi Guru. 
Ketua Umum IGI Pusat, Muhammad Ramli Rahim, menghendaki agar HGN harus kembali menjadi wadah mendorong semangat guru menjadi lebih bermutu, bukan sekedar show power untuk berpolitik dalam pendidikan. 
Hari Guru Nasional memang event untuk semua guru di seluruh Nusantara. Pemerintah secara resmi telah menyelenggarakan Hari Guru Nasional pisah dengan HUT PGRI. Penyelenggaraan HGN pertama dipisah dari HUT PGRI mulai pada tanggal 24 November 2015. Kepres 78/1994 menjadi dasar penyelenggaraan HGN, walaupun sebelumnya penyelenggaraannya disatukan dengan HUT PGRI.

No comments:

Post a Comment

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Sagusablog